Padang, mimbar-minangnews.com — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Muhibuddin selama menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar.
Dalam acara perpisahan yang digelar di Padang, Rabu malam (23/4/2026), Mahyeldi menilai meskipun masa tugas Muhibuddin relatif singkat—sekitar 180 hari—kontribusi yang diberikan sangat signifikan bagi kemajuan daerah.
“Walau tidak lama, kontribusi beliau sangat besar untuk Sumatera Barat. Kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan,” ujar Mahyeldi.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan berbagai program strategis di Sumbar tidak lepas dari kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan unsur terkait lainnya. Ia menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pembangunan.
“Semangat kebersamaan ini telah membawa dampak positif. Ke depan, sinergi ini harus terus diperkuat,” tegasnya.
Mahyeldi juga menyoroti peran aktif Muhibuddin dalam mendorong kepedulian lintas daerah, termasuk saat terjadi bencana di luar Sumatera Barat. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepemimpinan yang berorientasi pada kemanusiaan.
Di sisi lain, Mahyeldi kembali mengingatkan pentingnya pemberantasan korupsi secara konsisten. Ia menegaskan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas, mulai dari kerugian negara hingga menurunnya kepercayaan publik.
“Kejaksaan memiliki peran strategis dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” katanya.
Ia pun menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan integritas Muhibuddin selama memimpin Kejati Sumbar, serta menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran organisasi demi menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat hukum harus terus diperkuat demi mewujudkan Sumatera Barat yang maju, adil, dan sejahtera,” tutupnya.
Sementara itu, Muhibuddin mengaku masa tugasnya di Sumbar menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Ia bahkan mengaku berat meninggalkan Ranah Minang setelah mengabdi selama 180 hari sejak 24 Oktober lalu.
“Secara resmi ini perpisahan, tapi sejatinya saya tidak ingin berpisah. Banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan di Sumatera Barat,” ungkapnya.
Ia menyebut masyarakat Minangkabau sebagai sumber pembelajaran hidup yang kaya nilai adat dan kearifan lokal.
“Orang awak penuh petuah dan keteladanan. Ini menjadi bekal penting bagi perjalanan saya ke depan,” ujarnya.
Muhibuddin juga mengungkapkan bahwa Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menjadi salah satu “sekolah” penting dalam perjalanan kariernya. Ia dijadwalkan kembali ke Jakarta untuk menjalani proses pelantikan sebelum melanjutkan tugas di tempat yang baru.
Dalam pesannya, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah dan Forkopimda Sumbar untuk tetap mengutamakan kepentingan rakyat.
“Cintai rakyat dan makmurkan Sumatera Barat. Jangan pernah mengkhianati amanah demi kepentingan pribadi atau kelompok,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap masyarakat, terutama yang tengah menghadapi musibah.
Acara perpisahan tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda Sumbar, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar. (adpsb/cen/bud)





