Today

Kepala Daerah Se-Sumbar Giatkan Nilai Agama, Dana Pusat Akan Turun

Oleh Labai Korok

Mimbar-minangnews.com | Kepala daerah Se-Sumbar saat ini kontenya banyak berisi acara atau giat mencari dana ke Pemerintah Pusat. Andaikan dibuat data statistiknya akan nampak lebih dari 80 kegiatan Kepala Daerah itu mencari dana ke Jakarta untuk menggerakkan perekonomian Sumatera Barat.

Banyaknya konten Kepala Daerah isinya mencari dana ke kementerian tersebut, namun tak seimbang lagi dengan kejadian, viralnya kasus pembunuhan, pemerkosaan dan amoral lainnya didaerah.

Menurut pendapat Penulis dengan banyak kasus kriminal dan amoral di Sumatera Barat ini akan membuat orang enggan berinvestasi atau dana pusat itu pun tak akan bisa berinvestasi ke daerah, ketika kondisi moral dan tingkat kriminal selalu tinggi di Sumbar ini.

Kesibukan Kepala Daerah Se-Sumbar mencari dana/investor, modal akan dipengaruhi oleh isu kasus kriminal atau kasus amoral yang tak pernah berhenti viral.

Seperti kemarin juga viral tragedi mengerikan di ranah Minangkabau ini, dimana ayah tewas dibunuh usai membela anak yang dicabuli atau diruda paksa pelaku.

Seorang ayah yang dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab dan penuh kasih sayang terhadap keluarganya, tewas dibunuh setelah membela anak gadisnya yang menjadi korban pencabulan atau pemerkosaan.

Menurut informasi yang beredar, pelaku pencabulan yang diduga lebih dari satu orang ini tidak hanya melakukan tindakan keji terhadap anak di bawah umur tersebut, tetapi juga mengancam dan akhirnya membunuh ayah korban dengan cara yang sangat kejam.

Keluarga korban mengungkapkan kekecewaan dan duka yang mendalam atas kejadian ini. Mereka menghormati sosok ayah yang dikenal sebagai “Sumando Ninik Mamak” ini dan berharap agar penegak hukum dapat segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian, dan diharapkan proses hukum dapat berjalan dengan transparan dan adil untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban. Masyarakat setempat juga berharap agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi di masa depan dan meminta pihak berwajib untuk meningkatkan keamanan dan perlindungan terhadap warga, terutama anak-anak di bawah umur.

Kejadian demi kejadian seperti ini terus terjadi dan berulang di Sumatera Barat ini yang memenuhi konten media sosial, media nasional dan halaman baca kita, apa yang salah?.

Penulis berpikir seharusnya Kepala Daerah juga sibukkan dahulu kontenya membenahi nilai agama masyarakat didaerahnya, Pemerintah Se-Sumbar dorong masyarakat kembali menjalankan nilai “Adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah” di nagari-nagari. Dorong Kepala Daerah membuat konten religius.

Sepengetahuan Penulis banyak dalam visi, misi, program unggulan Kepala Daerah tersebut dahulunya, berjanji akan memuat giat, program kebijakan untuk menata sikap masyarakat taat menjalankan nilai-nilai agama dan

Untuk apa gunanya Kepala Daerah memohon dana ke pemerintah pusat yang pada akhirnya dana itu dibuat jalan bagus, jalan mulus, sebagai sarana cepat orang melarikan diri paska melakukan pembunuhan, pemerkosaan, perampokan dan pelaku kriminal lainnya.

Lebih baik jalan, sarana persarana dan instruktur ranah Minangkabau ini dalam kondisi standar, tapi tingkah kejahatan tidak ada, pemerkosaan tidak ada, pembunuhan tidak ada.