Today

MDMC Sumbar Gelar Edukasi Sekolah Aman Bencana di Agam, Salurkan 180 Masker untuk Siswa dan Guru Terdampak Kabut Asap

AGAM, MMNEWS — Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui kegiatan Satuan Pendidikan Aman Bencana di SDN 07 Koto Alam, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (14/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, MDMC Sumbar bersama majelis guru juga menyerahkan bantuan masker untuk membantu melindungi siswa dan tenaga pendidik dari paparan kabut asap.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Semarak Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2026 ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar pengetahuan, melainkan kebutuhan penting bagi seluruh warga sekolah.

Sebanyak 163 siswa dan 17 tenaga pendidik tercatat sebagai penerima manfaat kegiatan. Penyerahan masker dilakukan menyusul dampak kabut asap karhutla yang mulai dirasakan di lingkungan sekolah.

“Bencana tidak pernah memilih korbannya, tetapi kita bisa memilih untuk siap.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pengurangan risiko bencana perlu dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses pendidikan.

Perkuat Kesiapsiagaan dari Lingkungan Sekolah

Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana, warga sekolah diajak meningkatkan pemahaman mengenai ancaman bencana, langkah pengurangan risiko, serta pentingnya keterlibatan seluruh unsur dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih aman.

Kepala satuan pendidikan, guru dan karyawan, komite sekolah, peserta didik, hingga masyarakat dan orang tua memiliki peran penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan. Kolaborasi tersebut diperlukan agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang mampu menumbuhkan pengetahuan dan kesadaran menghadapi situasi darurat.

Di tengah kondisi kabut asap, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya memperhatikan kesehatan warga sekolah dan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi lingkungan.

Pembelajaran Daring Menjadi Langkah Adaptasi

Dampak kabut asap turut memengaruhi aktivitas pendidikan di SDN 07 Koto Alam. Kegiatan sekolah diliburkan dan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), sesuai informasi yang disampaikan penyelenggara kegiatan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan risiko di sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan menyiapkan sarana dan prosedur menghadapi bencana. Perlindungan kesehatan siswa dan tenaga pendidik serta keberlanjutan pembelajaran juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan.

Bantuan masker yang disalurkan diharapkan dapat mendukung upaya perlindungan warga sekolah. Namun, penggunaan masker tetap perlu disertai langkah pencegahan lain dan mengikuti arahan instansi kesehatan terkait kondisi kualitas udara.

Kenali Ancaman, Kurangi Risiko

Pelaksanaan kegiatan di SDN 07 Koto Alam menjadi pengingat bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan keterlibatan bersama. Ancaman dapat datang dalam berbagai bentuk, mulai dari bencana alam hingga dampak lingkungan seperti kabut asap akibat karhutla.

Karena itu, edukasi kebencanaan perlu terus diperkuat agar warga sekolah mampu mengenali ancaman, memahami langkah perlindungan, serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.

Melalui kegiatan ini, MDMC Sumatera Barat menegaskan pentingnya membangun budaya tangguh bencana sejak dini. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab petugas kebencanaan, melainkan tanggung jawab bersama.

Kenali Ancamannya, Kurangi Risikonya.

MMNEWS | Mimbar-MinangNews.com

Berita lainnya

Seedbacklink