Today

Normalisasi Batang Ulakan, Gotong Royong Bersama Budaya Piaman

Oleh Labai Korok

Langkah giat gotong royong (Goro) bersama yang dilakukan oleh Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Aziz merupakan gebrakan hebat tingkat Kabupaten, Propinsi Sumbar yang dibuat. Kita perantau Piaman angkat topi untuk 100 hari kepemimpinan JKA-Rahmad.

Selama ini giat Goro tersebut, yang Penulis ketahui hanya dilakukan untuk membersihkan badan jalan, membersihkan drenase perumahan, Goro lapangan olahraga yang kesemua sifatnya Goro kecil, terkadang 4 jam peserta sudah bubar.

Namun Goro Batang Ulakan atau Goro sungai yang bersekala besar dilakukan oleh Bupati Padang Pariaman bersama masyarakat ini, merupakan langkah inspirasi lebih luas, target besar agar semua elemen masyarakat nagari juga meniru langkah Bupati Padang Pariaman tersebut sepertinya.

Disini hikmah yang diambil, adalah Goro normalisasi sungai/batang air sekala besar saja bisa dilakukan, apalagi Goro membersihkan jalan didepan rumah, drenase dilingkungan nagara atau Goro lainnya yang bersekala kecil tentu sangat mudah dilakukan.

Saat Penulis ketemu dengan Bupati Padang Pariaman awal bulan April 2025, kami sempat juga diskusikan masalah Goro itu, pada waktu itu Penulis mengusulkan agar normalisasi sungai atau batang air itu diserahkan pada pihak ketiga yang sifatnya kerjasama operasional (KSO) yang menguntungkan dan bisa mendatangkan PAD, namun Bupati Padang Pariaman lebih cendrung mendorong dilakukannya Goro bersama, langkah untuk sarana motivasi bagi masyarakat, kedepan mampu bersama memperbaiki lingkungan.

Penulis melihat langkah Goro ini perlu semakin dibudayakan ditengah masyarakat yang hari ini mulai hilang. Hal kecil terkadang sampah dilingkungan komplek nagari saja tidak bisa bersih karena Goro tidak dilaksanakan lagi. Apalagi dinagari tidak ada petugas kebersihan atau petugas yang dikhususkan untuk itu, tentu nagari makin buruk lingkungannya.

Harapan dengan adanya Goro Batang Ulakan ini bisa memberi dorongan, motivasi untuk Goro bersekala kecil dilingkungan nagari, minimal Goro membersihkan badan jalan karena rumput, drenase komplek nagari yang tersumbat, lalu Goro hendaknya jadi budaya ditengah anak nagari.

Penulis yang keluarga tinggal ditepi di aliran Batang Ulakan, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Padang Pariaman dan masyarakat telah melakukan Goro dan harapan juga Goro ini menjadi budaya yang selalu dipakai di seluruh Minangkabau.