Oleh Labai Korok Piaman
Demontrasi salah satu sarana membangun karakter mahasiswa tangguh, generasi muda anak bangsa yang kuat dan tetap cinta pada keadilan dalam bangsa dan negara ini, apalagi sudah menyuarakan tolak kekuasaan Raja Jawa Bengis.
Ini nampak dari cerita aksi demontrasi menolak pembegalan keputusan MK oleh Anggota Dewan Senayan kemarin, ada cerita ratusan sang pendemo terluka lalu dilarikan kerumah sakit, ada yang ditangkap, ada yang dipukuli dan kondisi cerita heroik lainnya.
Keadaan ini ternyata tidak hanya dialami oleh orang kelas proletar (miskin) yang menutut hak keadilan dalam demokrasi tapi juga ada anak muda dan mahasiswa yang lahir dikelas elit, dikelas borjuis, kalasnya anak mama, papa kata bahasa gen zet.
Seperti seorang anak artis penyanyi Machica Mochtar, walaupun orang tuanya mengaku lemas saat mengetahui anaknya tak ada kabar, info Iqbal Ramadhan yang merupakan Asisten Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta ditangkap usai ikut aksi tolak revisi UU Pilkada di depan Gedung DPR RI, Kamis (22/8/2024).
Namun Iqbal jadi sosok yang perlu dijadikan pahlawan generasi muda atau generasi tangguh bangsa yang berani ikut dalam perjuangan keadilan, walaupun mamanya artis kondang.
Sampai kemarin, belum tahu anak saya di mana, ini saya masih lemas. Saya enggak tahu anak saya ada di mana,” ujar Machica saat dihubungi wartawan, Jumat (23/8/2024), penulis kutip dari tempo.
Ketangguhan generasi mahasiswa yang demo kemarin bisa juga dilihat dari seorang anak tidak mintak izin sama mamanya ikut demo ke gedung DPR, ini viral dibeberapa media nasional.
Cerita anaknya tidak mintak izin demo lalu ketahuan dari live di media tv membuat mamanya memposting cerita ini, katanya main tapi kok demonstrasi.
Kutipan ceritanya menurut akun Instagram @folkshitt, tampak seorang pria berbaju kuning mengikuti demo di depan Gedung DPR.
Dalam tangkapan, ibunya menanyakan apakah pria itu ikut demo, namun sang anak malah menjawab bahwa ia sedang bermain.
Hebat bukan anak mama ini, demi mengutamakan kepentingan rakyat, lalu ikut menyuarakan nilai-nilai demokrasi dan keadilan yang sekarang dikuasai oleh Raja Jawa Bengis, ini contoh generasi hebat Indonesia saat ini.
Saatnya menurut Penulis, bagi mahasiswa yang belum sempat turun dan ikut dalam demonstrasi ini, tetap tanamkan jiwa pahlawan, pemberani demi keadilan, agar Raja Jawa Bengis tidak lagi berkuasa.








