Oleh Labai Korok Piaman
Komentator politik Sumatera Barat mengeluarkan opini di medsos, podcast bahwa Pilkada Sumbar akan terjadi Mahyeldi-Vasko melawan kotak kosong. Ini opini hoax yang diciptakan lawan politik.
Mahyeldi-Vasko lawan kotak kosong itu sudah dibantah beberapa kali, ada dua orang anggota Dewan PKS yaitu Budiman, Nurfirmanwasyah didialog resmi PadangTV. Bahwa PKS menginginkan Calon Gubernur itu banyak agar proses demokrasi berjalan.
Pengurus teras PKS ini sudah menyatakan dengan jelas bahwa makin banyak calon makin bagus, jika diperlukan ada empat pasang, masyarakat makin memiliki kekebasan memilih, proses demokratisasi berjalan.
Semoga dengan tulisan ini bisa menjawab bahwa pihak Mahyeldi, pihak PKS mendorong jangan ada kotak kosong di Pilkada Sumatera Barat. Mari masyarakat dorong demokrasi berjalan.
Andaikan ada pihak-pihak yang mengisukan kotak kosong itu sengaja agar ada calon lain yang akan disudutkan di dorong tercipta opini hoax, sehingga mundur.
Dari pantawan Penulis memang ada isu-isu kotak kosong dimainkan di beberapa Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat ini, tapi itu bukan untuk Pilkada Gubernur tapi untuk Pilkada Bupati,
Catatannya kota kosong dibeberapa daerah pemilihan Bupati atau walikota ini sengaja diciptakan kotak kosong karena calon melawan pertahanan ini tak punya otak, namun otak kosong.
Ungkapan yang ingin tercipta kotak kosong ini karena otak Calon Bupati itu kosong visi, misi lalu menginginkan kemenangan lebih mudah dan tidak berdarah-darah, jadi ini pertarungan kotak kosong vs otak kosong.
Otak kosong yang ingin dalam Pilkada itu tidak ada lawan karena mereka yang ingin kotak kosong tidak punyai kemampuan untuk menghadapi perdebatan tentang kepahamannya dalam daerah.
Seperti Pilkada DKI ingin tercipta kotak kosong karena lawan Anies Baswedan yang awal didukung PKS tidak akan bisa mengalahkannya, maka kotak kosong solusinya
Begitu juga dikabupaten Sumatera Barat, jika ada kotok kosong maka yang ingin kotak kosong sudah jelas tak punya kemampuan, tidak punya ide, tidak punya gagasan, sehingga semua kursi partai politik dibelinya.








