Today

Apak Rutiang, Kakek Memperkosa Nenek, Pemuda Menggagahi Orang Gila, Kasus Asusila Padang Pariaman?

Oleh Bagindo Yohanes Wempi

Kasus apak rutiang, kakek memperkosa nenek, oknum remaja memperkosa perempuan keterbelakangan mental, menjadi suguhan kasus asusila terparah di Padang Pariaman, itulah yang melanda daerah Piaman saat ini.

Pertanyaannya siapa yang salah dalam hal ini tentu yang bertanggung jawab itu adalah Kepala Daerah karena beliau pemegang regulasi, aturang, kordinasi, anggaran, penindakan, pelayanan, ketauladanan, pemberdayaan dan lainnya.

Andaikan terjadi kasus ayah kandung menghamili anak kandung itu perbuatan yang sangat biadab, dan menjijikan, seorang kakek memperkosa nenek-nenek itu juga sangat memalukan.

Ada yang para remaja memperkosa perempuan keterbelakangan mental, ini juga kasus yang diluar akal sehat, belum lagi kasus lain yang tidak bisa disebut satu persatu. “Baa dak katibo bencana gampo, bencana galodo dan lainnya”.

Kasus asusila yang terjadi di Padang Pariaman Ibarat bola salju tentu akan menggelinding, makin lama makin banyak kasus ini jika dibongkar secara nyata ke publik.

Namun Saya prihatin, mengapa semua ini bisa terjadi, pertanyaan bagai mana cara menyelesaikan kasus asusila ini kedepan tidak makin parah, atau apa antisipasi yang dilakukan agar kasus seperti ini tidak terjadi.

Menurut pemikiran Saya, banyak kasus asusila ini diantara. Kurangnya iman dan taqwa (nilai agama Islam) yang mengakibatkan seseorang tidak takut dengan adanya dosa dan azab akhirat.

Artinya banyak masyarakat Padang Pariaman yang tidak taat lagi pada agama, tidak takut lagi akan dosa nah ini solusinya tentu Pemerintah Daerah alokasikan anggaran yang banyak untuk program memberikan ilmu agama, program penyuluhan tentang agama dan program keagamaan lainnya yang membuat masyarakat Padang Pariaman bertakwa dan takut akan dosa. Pertanyaan apa yang telah dilakukan oleh pemerintahan daerah?.

Setelah itu dalam catatan para ahli tingginya kasus asusila ini karena faktor ekonomi, banyak masyarakat miskin, banyak masyarakat pengaguran yang berakibat mereka tidak ada pilihan kecuali melakukan pelampiasan nafsu keorang terdekat.

Seperti orang kaya, para pejabat, elit yang suka melampiaskan nafsunya melalu hal haram bisa dilakukan ditempat komersial, diskotik, hotel dan lainnya karena uangnya banyak.

Pertanyaannya program apa dibuat Pemerintah Daerah Padang saat ini untuk membuka lapangan pekerja, menumbuhkan ekonomi dan membuat kesejahteraan pada masyarakat sehingga tidak melakukan asusila?.

Tidak itu saja faktor pendidikan rendah juga bisa menyebabkan orang melakukan asusila, ini karena tidak mengetahui kalau melakukan pelecehan seksual atau menghamili orang lain akan masuk penjara, didalam penjara juga akan dikerjain oleh warga penjara dengan memberi cabe alat kelamin orang yang melakukan perkosaan itu.

Terakhir lingkungan masyarakat yang tidak kuat ikatan sosial, tidak tegas penerapan adat istiadat, tidak kuat memberikan sangsi kepada pelaku secara adat, dipiaman yang Saya ketahu jika ada orang yang melakukan pemerkosaan dibuang secara adat dari suku, tidak boleh lagi pulang kekampung paska keluar dalam penjara, disini peran mamak, ulama, petinggi kampuang harus menegakan kebenaran dengan sikap pelaku pemerkosaan dibuang dari kampung, suku.

Banyak faktor lain yang menyebabkan kasus asusila ini merebak ditengah masyarakat, maka disini harus ada program, kebijakan yang jelas dari Kepala Daerah dan Pemerintah Daerah selaku pemegang kekuasaan daerah, saatnya pemerintah pro pada program keagamaan, pro kepada program pencerdasan masyarakat bidang agama, pro terhadap program adat yang bisa mengantisipasi kasus asusila, pro kepada program meningkat ekonomi masyarakat dan program lain yang menyebabkan kasus aib ini tidak terjadi di bumi Syekh Burhanuddin ini.