Today

Pemerintah Pusat Sentralisasi, Pemerintah Daerah Perkuat Kemandirian Etnis Minangkabau

Oleh Labai Korok Piaman

Sepuluh tahun terakhir kekuasaan Pemerintah Pusat sudah mulai mengarah kepada sentralisasi kekuasaan salah satu contoh penetapan pejabat sementara daerah sudah ditetapkan orang pusat tidak lagi orang daerah dipercaya, dimana pejabat sementara merupakan figur orang Kementerian atau pegawai negeri pusat.

Ini cermin bahwa kekuasaan mulai dikonsentrasikan keatas tidak lagi ada kebijakan otonomi daerah yang pernah dinikmati pada awal-awal reformasi 1998, semua pusat yang atur sehingga keragaman budaya daerah, penghargaan terhadap etnis daerah tidak lagi menjadi acuan atau menjadi pertimbangan mendasar.

Andai keadaan ini terus menerus terjadi maka urang Sumatra Barat harus kembali pada kejayaan etnis masala lalu seperti Sumatra Barat merupakan etnis Minangkabau yang hebat.

Saran Penulis selaku orang Minangkabau, sekarang Kita haru mendorong identitas Kita Minangkabau, tidak lagi orang Sumbar tapi sudah sama mengatakan Saya ini putra Minangkabau, Saya ini etnis Minangkabau yang pernah berjuang kemerdekaan Republik ini.

Dalam sejarah mamak, bundo, angku kami pernah menyusun dan terlibat melahirkan negara ini merdeka, pernah menjadi orang yang menyatukan republik ini dalam bingkai NKRI.

Suasana kebatinan kembali memperkuat etnis Minangkabau, kejaya Minangkabau sudah saatnya simbol daerah, simbol Propinsi Sumatera Barat ini dijadikan Propinsi Minangkabau seperti yang diusulkan oleh Fadli Zon dan tokoh lainnya.

Begitu juga, sudah saatnya juga keberadaan simbol-simbol di Sumatera Barat ini disematkan simbol tokoh, nilai keminangan seperti masjid raya Sumbar ditambah nama ulama besar Minangkabau yang pernah menjadi imam di Mekah.

Tidak simbol saja yang ditampilkan tapi juga diperlukan kebijakan-kebijakan yang serat memperkuat posisi daerah kita dalam bentuk karakter, sosial, budaya arsitektur Minangkabau seperti saatnya Mahyeldi sebagai Gubernur mewajibkan semua gedung, rumah, tempat lainnya ada ornamen bersimbolkan Minangkabau (rumah bagonjong).

Sekarang karena semua sudah tersentralisasi ke pusat maka perkuatan etnis Minangkabau perlu dilakukan, perlu ditampilkan, ada keyakinan kedepan jika etnis Minangkabau diperkuat maka rasa memiliki, rasa persaudaraan etnis Minangkabau dimanapun berada akan mengalir, akan tercipta nilai-nilai saling berukuwah Islamiyyah.

Kembali kekuatan etnis Minangkabau, saatnya simbol Propinsi Sumatera Barat disematkan, diwarnai dengan nilai Minangkabau yang sangat istimewa.