Oleh Labai Korok Piaman
Andre Rosade nyatakan diri tak maju jadi Gubernur Sumatra Barat pada pilkada 2024 ini, namun mendorong rekan separtainya Vasco Ruseimy untuk jadi Wakil Gubernur Sumatra Barat agar bisa berpasangan dengan Mahyeldi.
Keseriusan Andre Rosade mendukung dan mendorong Vasco menjadi Kepala Daerah Sumbar diperlihatkan dari foto yang beredar ketika keluarga Partai Gerindra bertemu dengan petinggi PKS seperti presiden PKS dan Ketua Majelis Syuro PKS.
Pertanyaan Penulis?, apakah Andre Roseade tahu, fakta sejarah setiap Wakil Gubernur Sumatra Barat yang maju jadi Gubernur Sumatra Barat selalu kalah, tidak hanya kalah dalam catatan sejarah, riwayatnya dari Wakil Gubernur Sumatra Barat yang maju itu berakhir dipanggil oleh Allah SWT.
Tentu Andre Roseade yang tahu mengapa beliau tidak mau maju jadi Calon Wakil Gubernur Sumatra Barat dan mendorong Vasco dengan semangat. Mari Kita tanyakan pada rumput yang bergoyang.
Perlu Penulis jelaskan bahwa paska reformasi tercatat riwayat Wakil Gubernur Sumatra Barat tidak bisa jadi Gubernur Sumatra Barat, jika pun dipaksakan maju jadi Calon Gubernur maka semua berakhir dengan kekalahan dan meninggal.
Sejarah Gamawan Fauzi dengan wakilnya Profesor Marlis Rahman tahun 2005, beliau berdua berpasangan, tahun 2010 wakilnya Gamawan Fauzi ini maju jadi Calon Gubernur Sumatra Barat, ternyata Profesor ini kalah dengan lawanga pasangan Prof Irwan Prayitno-H Muslim Kasim.
Nah tahun 2015 dengan semangat membara Wakilnya Irwan Prayitno yaitu H. Muslim Kasim maju jadi Gubernur Sumatra Barat berpasangan dengan H. Fauzi Bahar, hal hasil pasangan Wakil Gubernur Sumbar yang maju jadi Gubernur juga mengalami kekalahan.
Setelah itu Pilkada 2020 Wakil Gubernur Sumatra Barat pasangan Irwan Prayitno yaitu H Nasrul Abid yang merupakan partai pemenang saat itu, maju juga jadi Gubernur Sumatra Barat, akhirnya bisa juga dikalahkan oleh Mahyeldi,
Walaupun pada saat itu Partainya (Partai Gerindra) Nasrul Abid sedang berkuasa di setiap daerah kabupaten dan kota se-Sumbar. Semua pemilihan legislatif Nasrul Abid sebagai ketuanya menang.
Tiga kali kasus dan kejadian sejarah Wakil Gubernur Sumbar ini maju menggantikan Gubernurnya selalu mengalami kekalahan, menurut teorinya sudah bisa disimpulkan bahwa Wakil Gubernur Sumatra Barat tidak bisa jadi Gubernur Sumatra Barat pada periode berikutnya. walaupun Wakil Gubernur ini tidak ada lawan pertahanan Gubernurnya.
Jadi menurut analisa Penulis sudah tepat seperti Andre Roseade tidak mau jadi Wakil Gubernur Sumbar pada periode 2025-2030 nanti jika memang berkeinginan jadi Gubernur Sumatra Barat, begitu juga dengan Fadli Amran tidak mau jadi Wakil Gubernur Sumbar saat ini, beliau lebih semangat jadi Walikota Padang yang 2030 bisa terpilih menjadi Gubernur Sumbar karena menurut jejak Mahyeldi.
Kesimpulan Penulis jika ingin maju jadi Gubernur Sumatra Barat pada pilkada 2029 maka jangan jadi Wakil Gubernur Sumatra Barat saat ini karena akan berdampak, secara teori sejarah tercatat akan kalah jika mau jadi Gubernur Sumatra Barat pada periode berikutnya.
Ini hanya analisa Labai Korok, jangan baperan bro.








