Today

Data Bicara Keadaan Padang Pariaman, Seperti Tak Punya Bupati

Bagindo Yohanes Wempi

Seorang Doktor, Dosen Universitas Andalas (Unand) mengirim data tentang keadaan Kabupaten Padang Pariaman, setelah Saya baca ternyata data (urut 18, persentase 6,69) pengangguran Padang Pariaman nomor urut satu antar Kabupaten se-Sumbar, nomor urut dua didapat oleh Kabupaten Damasraya (urut 17, presentasi 6,22), Pasaman Barat, dan Kabupaten lainnya.

Saya tak habis pikir kenapa Padang Pariaman banyak pengangguran, nomor urut satu antar Kabupaten Se-Sumbar. Sedangkan sekarang daerah Padang Pariaman sedang dilalui pengerjaan proyek jalan tol yang nilainya puluhan triliun, pembebasan lahannya juga triliunan yang beredar dimasyarakat dan ada proyek lainnya bersekala Nasional.

Begitu juga, kawasan Padang Pariaman daerah tempat pertumbuhan usaha, banyak pabrik-pabrik dikawasan ini, banyak tambang yang nota bene membutuhkan tenaga kerja, kebutuhan karyawan tinggi, butuh kerja padat karyawan.

Tentu pertanyaan siapa karyawan dipabrik-pabrik ini, orang mana pegawai yang bekerja diproyek nasional itu, apakah karyawan pabrik tersebut tidak warga Padang Pariaman, nah ini perlu kajian oleh Bupati Padang Pariaman, disini keberpihakan Bupati harus ada. Bukan sekedar memintak dana CSR saja.

Dilihat dari besarnya proyek tersebut, banyaknya pabrik-pabrik tersebut bisa disimpulkan bahwa ribuat, atau puluhan ribu atau ratusan ribu bisa jadi pekerja dijaringan proyek jalan tol, pabrik-pabrik, tempat usaha yang ada.

Namun data membuktikan bahwa Bupati Padang Pariaman gagal memberi lapangan pegerja bagi warga Padang Pariaman, gagal mengentaskan pengangguran didaerah penyangga Kota Padang.

Setelah itu data kemiskinan dan kemiskinan eksreem juga nomor urut 11, dari data terbaru yang Saya dapatkan itu, belum lagi masyarakat rentan miskin juga banyak, ini data yang perlu Kita sikapi bersama-sama agar Bupati kedepan bisa menanggulangi.

Andaikan keadaan data ini Saya singkronisasikan dengan kondisi lapangan, dilihat kondisi lapangan secara langsung, memang ditemukan sebahagian besar pekerja jalan tol tidak masyarakat Padang Pariaman.

Begitu juga pabrik-pabrik yang ada dikawasan Padang Pariaman itu, juga tidak banyak orang asli Padang Pariaman, tentu yang Kita tidak tahu dimana masalahnya, mengapa Kepala Daerah Padang Pariaman tidak ada komitmen dengan pihak pabrik-pabrik itu, pihak pengerjaan jalan tol itu, pada proyek nasional tersebut agar karyawan, pekerja wajib dari orang daerah Padang Pariaman.

Sekarang semua orang sudah disajikan data pengangguran nomor urut satu antar Kabupaten Se-Sumbar itu, angka kemiskinan juga tinggi, Kita bisa simpulkan bahwa Bupati Padang Pariaman periode 2020-2025 ini sudah gagal.