Today

Peta DPD RI Sumbar Berubah, Yang Menang PSU?. Akibat MK

Oleh Labai Korok Piaman

Pemungutan Suara Ulang (PSU) DPD Sumbar dilakukan?. Berarti semua menjadi calon DPD RI Dapil Sumbar kembali. Peraih suara terbanyak Cerint, Emma Yohana, Muslim M Yatim dan Jelita Donald harus bertarung kembali pada PSU yang meliputi 17 ribu lebih TPS se-Sumbar.

Kira-kira siapa yang akan jadi pemenang?, bisa berubah?, tentu bisa berubah, kesemua itu tergantung kesiapan logistik, kekuatan strategi pemenangan lapangan dan ketokohan ditengah masyarakat.

Baca juga

Semua masyarakat Sumatera Barat sudah mengetahui bahwa terjadinya PSU ini dikarenakan Irman Gusman tidak diikutkan dalam pemilihan oleh KPU, sedangkan waktu itu Irman Gusman telah mengantongi keputusan MA.

Setelah Pileg tahun 2024 selesai, Irman Gusman melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan hasil bahwa Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Perintahkan KPU lakukan pemungutan Suara Ulang untuk pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah di Sumatera Barat. Keputusan ini dikeluarkan setelah MK mengabulkan gugatan Irman Gusman.

Tonton dan suscribe juga

Dikutip dari Kumparan.com, Ketua MK Suhartoyo pada sidang MK Senin 10/06/24 mengatakan bahwa “Mengabulkan Permohonan Pemohon untuk seluruhnya; Menyatakan hasil perolehan suara calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Sumatera Barat harus dilakukan pemungutan suara ulang,”.

Diketahui Irman Gusman menggugat Keputusan KPU nomor 360 sekaligus juga menolak keputusan KPU nomor 1563/2023 yang telah menetapkan 15 (lima belas) calon anggota DPD Provinsi Sumatera Barat. Dalam daftar itu, Irman Gusman tidak termasuk di dalamnya.

Ini Pemilihan Suara Ulang (PSU) pertama di seluruh Indonesia tercipta di Sumatra Barat.

“Pemilihan DPD PSU di Sumbar,” Itulah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas gugatan PHPU yang dilakukan Irman Gusman, Senin (10/6-2024).

Sekarang kepada kandidat calon DPD RI yang akan bertarung menyiapkan semua kekuatan untuk memenangkan pemilu DPD RI yang PSU ini.

Dalam catatan penulis, semua kandidat memiliki peluang yang sama karena proses pemilu hanya satu saja, sehingga semua kekuatan dimulai dikonsolidasikan dari kilometer nol.