Oleh, Ir Yohanes Wempi (Ketua PC PII Kota Padang)
Sebanyak lebih kurang 600.000 pelanggan PLN di Sumatra Barat terdampak pemadam listrik pada Selasa 4 Juni 2024 sampai Rabu dan kemungkinan berlanjut sampai waktu yang tidak jelas.
Akibat matinya listrik ini, banyak kerugian yang dialami oleh masyarakat Sumatera Barat, seperti perkantoran tidak bisa melayani warganya, warung-warung, usaha UMKM dan tempat usaha lainnya harus tutup.
Idealnya kerugian yang dialami warga Sumatera Barat ini harus diganti oleh PLN, kerugian masyarakat harus diberikan kompensasi khusus oleh PLN selaku perusahaan yang selama ini selalu untung.
Dalam catatan Saya listrik dan lampu diwilayah Sumbar seharunya tidak padam karena ada empat PLTA dan pembangkit listrik lainnya yang mensuplai pasokan.
Suplai listrik terbesar itu adalah PLTA Singkarak di Danau Singkarak, PLTA Maninjau di Danau Maninjau, PLTA Agam di Batang Agam dan PLTA Koto Panjang di perbatasan Sumatera Barat-Riau dan ada listrik panas bumi, ada listrik sumber lainnya.
Pertanyaannya kenapa bisa mati listrik didaerah Sumbar?, atau ada masalah dengan pembakit Kita ini. jangan-jangan semua PLTA itu sudah jadi barang rongsokan karena tidak pernah diperbaiki atau diperbarui.
Sekarang saatnya PLN harus transparan dan klarifikasi apa yg sebenarnya terjadi di listrik Sumatra Barat ini?. Atau ada pengaruh politik karena Prabowo-Gibran kalah diranah Minang ini.
Secara resmi memang Manejer Komunikasi IUD PLN Sumbar, Yenti Efrina menjelaskan, ganguan sudah terjadi sejak Selasa siang. Ada sekitar 600.000 pelanggan yang terdampak.
Dia menjelaskan, pemadaman yang terjadi di beberapa daerah di Sumbar. Gangguan sistem transmisi SUTT 275 KV interkoneksi Sumatera, Jalur Lahat – Lubuak Linnggau. “Membuat pemadaman listrik terjadi dari Lampung hingga Aceh,” katanya, Selasa, 4 Juni 2024.
Sekarang Kita anggap ungkapan menejer komunikasi IUD PLN Sumbar itu benar. Pertanyaannya yang timbul kenapa bisa matinya bergilir atau digilir disatu blok seperti Kota Padang, ini juga keanehan.
Seharusnya jika suplai listrik Sumbar mencukupi atau kelebihan dipembangkit listrik daerah Sumbar ini diyakini tidak akan ada listrik mati bergilir, atau kerusakan jalur Sumatra bisa diamankan aliran listriknya didaerah Sumbar ini.








