Today

Kota Padang Kotor Oleh Gambar Bacalon Kapala Daerah, Pejabat Walikota Harus Bernyali

Oleh, Labai Korok Piaman

Kota Padang makin kotor dan “indak rancak lai” dengan wajah-wajah bakal calon kepala daerah memasang alat promosi diri atau alat peraga kampanye (APK) di taman-taman kota. Jujur membuat keindahan Kota hilang.

Senang Kita melihat calon calon Walikota Padang, Gubernur memasang tanda gambar promosinya di tempat khusus, baliho, bener berbayar yang bisa membuat pertumbuhan ekonomi terjadi, tapi yang tidak memasang di tempat khusus tersebut nampak sekali calon kepala daerah itu tidak punya uang atau miskin etika minimal.

Perlu dipahami bahwa kehadiran alat peraga sosialisasi ilegal tersebut tidak selalu disambut baik oleh semua masyarakat. Sejumlah kalangan menyoroti bahwa alat peraga sosialisasi yang dipasang oleh Bacakada di beberapa titik dianggap merusak estetika kota dan sekaligus bertentangan dengan prinsip Keamanan, Ketertiban, Kenyamanan (K3).

Pemasangan bener, spanduk dan baliho yang dipasang secara sembarangan di berbagai lokasi strategi yang mencolok sepanjang jalan utama dinilai mengganggu pemandangan serta mengurangi nilai estetika dan bisa menimbulkan bencana bagi yang melihat.

Seharusnya fenomena banyak gambar calon promosi diri yang membuat kotor Kota Padang ini secepatnya disikapi oleh pejabat Walikota Padang yaitu Bung Andre, Penulis yakin Bung Andre ini mampu melakukan itu karena beliau asli orang Padang bermental tegas seperti Bagindo Aziz Chan.

Pejabat Walikota Padang seharusnya jangan takut dengan bakal calon kepala daerah tersebut jika punya prinsip membangun dan “mamparancak Kota Padang” ini melalu kesempatan beliau berbuat dan memperlihatkan keturun piaman jiwa membangun.

Penulis sangat bangga kepada pejabat Walikota Padang melakukan itu, mumpung ada kesempatan memperlihatkan “lakek tangan” itu lakukan yang terbaik penataan Kota Padang agar warga nyaman dan etika-etika taat aturan terjadi. Jan bagak kepedagang kaki limo see.

Begitu juga bagi Bacakada Walikota Padang dan Gubernur Sumatra Barat jika memasang APK diri, maka lakukan lah di alat-alat khusus atau tempat yang elegan tampa melakukan pelanggaran aturan Kota Padang.

Andaikan tempat elegan itu merasa berbiaya mahal, diharapkan apak, paja tu, wee tu dak usah mencalon, baru jadi Bacakada sudah berani melanggar aturan, apalagi nanti sudah berkuasa tentu maliang see karajonyo.

Penulis ingin melihat ketegasan pejabat Walikota, Bung Andre membersihkan atribut promosi diri calon Walikota dan Gubernur yang dipasang sembarangan, jika ada bakal calon Walikota Padang atau Gubernur tersebut yang protes karena barang promosi dirinya dicabut, Penulis siap didepan membela Bung Andre karena Penulis dan masyarakat lah tahu paja nan memasang gambar sembarangan itu.hehehe.