PADANG, MMNEWS — Senator DPD RI asal Sumatera Barat, H. Irman Gusman, menerima silaturahmi sekaligus menyerap aspirasi perwakilan masyarakat Batak asal Sumatera Utara (Sumut) yang berdomisili di Kota Padang, Kamis (5/11/2026). Pertemuan berlangsung di Aula Kantor DPD RI Provinsi Sumatera Barat dalam suasana kekeluargaan dan penuh semangat kebangsaan.
Pertemuan yang dikoordinasikan Togi Tobing tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat Batak asal Sumatera Utara. Mereka menyampaikan berbagai aspirasi menyangkut kebutuhan sosial, keagamaan, pendidikan, seni budaya, olahraga, hingga penguatan ketahanan ekonomi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, perwakilan komunitas menyampaikan bahwa jumlah warga Batak asal Sumatera Utara yang berdomisili di Kota Padang diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu orang. Jumlah tersebut dinilai menjadi potensi besar dalam memperkuat kehidupan sosial, memperkaya keberagaman budaya, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sejumlah aspirasi yang disampaikan meliputi dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana sosial keagamaan, fasilitas pendidikan, ruang pengembangan seni dan budaya, fasilitas olahraga, serta program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Koordinator pertemuan, Togi Tobing, bersama para tokoh masyarakat berharap berbagai aspirasi tersebut dapat memperoleh perhatian dan ditindaklanjuti melalui komunikasi serta koordinasi dengan instansi dan pemangku kepentingan terkait.
Irman Gusman: Keberagaman Merupakan Fondasi Persatuan Bangsa
Menanggapi aspirasi tersebut, Irman Gusman menyampaikan pesan kebangsaan tentang pentingnya menjaga persatuan dan merawat keberagaman sebagai kekuatan utama bangsa Indonesia.
Ia mengajak seluruh peserta untuk kembali memahami perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia, khususnya perjuangan para pendiri bangsa (founding fathers) dalam membangun negara yang mampu mempersatukan berbagai suku, agama, bahasa, budaya, dan ribuan pulau dalam satu ikatan kebangsaan.
Menurut Irman, Indonesia merupakan bangsa besar yang lahir dari keberagaman. Karena itu, persatuan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan semangat gotong royong.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga identitas, persaudaraan, serta nilai-nilai kebangsaan di mana pun masyarakat Indonesia berada. Perbedaan asal-usul dan latar belakang budaya, menurutnya, tidak seharusnya menjadi sekat dalam membangun kehidupan bersama.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang persatuan, melainkan kekayaan bangsa yang harus dirawat dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Aspirasi Masyarakat, Bagian dari Pembangunan Daerah
Silaturahmi tersebut menjadi ruang dialog antara wakil daerah di tingkat nasional dengan masyarakat yang hidup dan berkembang di Kota Padang.
Masyarakat Batak asal Sumatera Utara merupakan bagian dari kemajemukan masyarakat Sumatera Barat. Kehadiran mereka dalam berbagai bidang, mulai dari sosial, pendidikan, kebudayaan hingga aktivitas ekonomi, turut mewarnai dinamika kehidupan masyarakat Kota Padang.
Oleh karena itu, aspirasi mengenai kebutuhan fasilitas sosial keagamaan, pendidikan, pengembangan seni budaya, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat menjadi perhatian bersama serta ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan. Dialog tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap warga negara, tanpa memandang suku dan asal daerah, memiliki kedudukan yang sama serta hak untuk menyampaikan aspirasi dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
Berbeda suku, beragam budaya, satu Indonesia. Dari Padang, semangat persaudaraan dan kebinekaan terus dirawat demi Indonesia yang semakin kuat dan bersatu.







