Today

Tasyakuran dan Resepsi Milad ke-65, PD IPM Sijunjung Tegaskan Komitmen Hadapi Tantangan Zaman

SIJUNJUNG — Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Sijunjung menggelar Tasyakuran dan Resepsi Milad IPM ke-65 pada Kamis, 30 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan IPM yang telah berdiri sejak 18 Juli 1961 sekaligus memperkuat komitmen kader dalam melanjutkan perjuangan organisasi.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan Mars Muhammadiyah dan Mars IPM. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Panitia, sambutan Ketua Umum PD IPM Kabupaten Sijunjung yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Bendahara Umum, Ramadano Rozzaqi.

Dalam sambutannya, Ramadano menyampaikan bahwa usia 65 tahun merupakan perjalanan yang panjang bagi sebuah organisasi.

“Umur yang ke-65 bukanlah umur yang muda lagi. Ini adalah usia yang menunjukkan bahwa IPM telah melewati perjalanan panjang, menghadapi berbagai perubahan zaman dan tantangan. Karena itu, momentum milad ini bukan hanya menjadi ajang untuk mengenang sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga eksistensi dan meningkatkan kualitas gerakan IPM,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kader IPM untuk terus bergerak dan memberikan kontribusi nyata bagi pelajar, masyarakat, serta persyarikatan Muhammadiyah.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dzafran Gunawan, Ketua Umum PD IPM Kabupaten Sijunjung periode 2022–2024. Dalam sambutannya, Dzafran memberikan apresiasi terhadap perkembangan IPM Kabupaten Sijunjung yang dinilai semakin aktif dan progresif.

“Saya mengapresiasi IPM Sijunjung yang semakin menyala. Program kerjanya semakin bagus dan gerakannya juga semakin terlihat. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri dan terus dikembangkan,” ungkap Dzafran.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi kader IPM untuk terus melahirkan inovasi serta menjaga keberlanjutan estafet kepemimpinan organisasi.

Sementara itu, Mardiwan Arraisi, Ketua Umum PW IPM Sumatera Barat periode 2004–2006, dalam kesempatan tersebut mengingatkan kader IPM agar tidak hanya memahami sejarah organisasi, tetapi juga mampu membaca perkembangan zaman.

“Kader IPM harus mampu menjawab tantangan zaman. Perubahan zaman akan terus terjadi, sehingga kader harus memiliki kemampuan, wawasan, dan keberanian untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan yang dihadapi generasi muda,” tuturnya.

Mardiwan juga mendorong kader IPM agar tetap menjadikan nilai-nilai keislaman dan perjuangan Muhammadiyah sebagai landasan dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Tasyakuran dan Resepsi Milad ke-65 IPM Kabupaten Sijunjung tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kader dalam melanjutkan perjuangan organisasi. Setelah 65 tahun perjalanan IPM sejak 18 Juli 1961, tantangan kader hari ini bukan hanya mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi juga memastikan IPM tetap relevan dengan kebutuhan dan persoalan pelajar di tengah perubahan zaman.