Today

Gubernur Mahyeldi: Investasi Pengolahan Pinang Gerakkan Ekonomi Masyarakat

LIMA PULUH KOTA, MMNEWS — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung aktivitas pengolahan pinang di PT Maju Kolpin Sejahtera yang berlokasi di Jorong Akabiluru, Nagari Koto Tangah Batu Hampa, Kecamatan Akabiluru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kamis (28/5/2026).

Kehadiran industri pengolahan pinang tersebut dinilai menjadi contoh nyata investasi yang mampu mendorong hilirisasi komoditas lokal sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Mahyeldi menyaksikan secara langsung seluruh tahapan pengolahan pinang, mulai dari proses perebusan selama dua jam, pengeringan menggunakan oven selama empat hari, hingga proses pendinginan sebelum produk dikirim ke luar negeri. Produk pinang olahan dari perusahaan tersebut diketahui telah diekspor ke Vietnam sebagai bahan baku industri permen pinang.

Menurut Mahyeldi, keberadaan industri pengolahan pinang tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, kami mengucapkan terima kasih kepada investor yang telah berinvestasi di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota. Kehadiran pabrik ini memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung komoditas pinang sebagai salah satu hasil pertanian unggulan daerah,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, pengembangan industri berbasis komoditas lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat hilirisasi sektor pertanian. Dengan adanya industri pengolahan, hasil pertanian masyarakat tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi serta daya saing yang kuat di pasar ekspor.

Mahyeldi juga menilai keberadaan PT Maju Kolpin Sejahtera sejalan dengan visi Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai “The Central of Agro”, karena mampu menampung hasil produksi pinang petani dari berbagai daerah di Sumatera Barat dengan standar kualitas yang baik.

Selain memperkuat sektor pertanian, investasi tersebut juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Saat ini sekitar 600 pekerja terlibat dalam aktivitas produksi, dengan sekitar 60 persen di antaranya merupakan masyarakat lokal Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Inilah yang kita harapkan dari sebuah investasi. Bukan hanya menghadirkan aktivitas usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan memberikan manfaat langsung bagi daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, menyampaikan bahwa keberadaan pabrik tersebut sangat membantu petani pinang karena hasil produksi mereka memiliki pasar yang jelas dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Menurutnya, sinergi antara investor, pemerintah nagari, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi menjadi modal penting dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang berbasis pada sektor pertanian dan industri pengolahan.

Turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar Ahmad Zakri, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Nolly Eka Mardiyanto, serta Kepala Biro Umum Andre Algamar.

(MMNEWS | adpsb/rmz/bud)