
Oleh Labai Korok
Saat ini Ajoo Piaman lah kanai bully dimedia sosial dek isu uang jemputan 2 milyar, 3 milyar. Ngeri bullynya, silahkan baca komentar para netizen, macam kata-kata dan tanggapannya, membuat Ajoo Piaman tak dihargai lagi oleh para perempuan sedunia.
Momentum isu uang hilang atau uang japutan 2 milyar, 3 milyar yang menyerah Ajoo Piaman tersebut, sudah saatnya Ajoo Piaman membuat sikap menolak dan bertekat menghapus uang jemputan atau uang hilang tersebut dalam presisi adat baralek di Piaman laweh.
Andaikan uang jemputan atau uang hilang ini tetap dipaksakan dek Ajoo Piaman dipakai dalam adat baralek, maka Penulis yakin akan banyak Ajoo Piaman nan marando tagang dak kababini.
Bisa juga akan banyak kasus asusila, ruda paksa, narkoba dilakukan Ajoo Piaman, karena dek dak sanggup menahan hawa nafsu akibat, maha bana harga jemputan atau uang hilang Ajoo Piaman yang diminta saat ado padusi Piaman nan ma nanyoaan untuk dijadikan suami.
Menurut Penulis momentum isu 2 milyar, 3 milyar yang disampaikan Fauzan, ada jemputan dan uang hilang yang mendera Ajoo Piaman, sudah saatnya tolak dan hapuskan uang hilang dan uang jemputan dalam proses adat pesta di Piaman.
Semua Ajoo Piaman harus membuat kesepakatan dan mendeklarasikan diri sudah atau hentikan budaya uang jemputan atau uang hilang dalam presesi adat baralek.
Perlu Penulis jelaskan ulang bahwa Saat proses awal adat bajapuik, uang ini digunakan oleh laki-laki Piaman tersebut untuk keperluan baralek, sekarang dinamakan uang dapuie atau uang dapur. Dananya diterima oleh laki-laki Piaman murni untuk biaya baralek, agar dapat menyeimbangkan mewahnya baralek anak daro.
Namun akhir-ahir ini uang jemputan itu ada juga uang hilang, selain uang dapur tadi. Uang hilang ini permainan laki-laki Minang dengan mamaknya, dimana uang hilang ini masuk kekantong pribadi Laki-Laki Piaman dan mamak laki-laki yang mengurus proses pernikahan atau baralek tersebut.
Karena ada uang hilang, ini kondisi yang menyebabkan harga japutan laki-laki Piaman tersebut menjadi mahal dan berakibat hilang esensi awal uang jemputan, kesimpulan sudah mengarah ke komersialisasi laki-laki Piaman dihargai tinggi.
Tradisi bajapuik/uang jemputan merupakan katagori “adat nan diadatkan” atau adat umpamo adat, yakni sesuatu yang dirancang, dijalankan serta dilanjutkan oleh nenek moyang yang pertama di Minangkabau untuk menjadi peraturan bagi kehidupan masyarakat dalam segala bidang.
Namun “adat nan diadatkan” ini boleh dihilangkan jika sudah mengarah pada kondisi melanggar agama Islam atau dasar adat yaitu adat basandi syarak-syarak basandi kitabullah.
Perlu diluruskan, asal mu asal uang jemputan atau bajapuik laki-laki Piaman itu terjadi sekedar bantuan karena pihak laki miskin, perandaiannya perempuan mau, serta bersedia memberikan sesuatu dalam bentuk uang atau barang pada laki-laki Piaman. Kejadian ini hanya apresiasi keluarga perempuan terhadap menantunya atau bentuk sayang perempuan pada laki-laki Piaman yang dijadikan suami.
Kisahnya dahulu uang japutan/bajapuik ini, ada keluarga perempuan bangsawan/kaya tertarik dengan laki-laki Piaman namun kondisi keluarganya miskin dan tidak bangsawan, Nah keluarga perempuan bangsawan/kaya ini ingin juga kaki-laki Piaman miskin itu jadi menantu, tentu secara kelas kehidupan tidak sebanding atau tidak setara.
Apalagi nanti akan diadakan baralek gadang, dengan memakai prosesi adat Piaman tentu nampak ketimpangannya, bisa-bisa laki-laki Piaman tersebut tidak dapat menyelenggarakan barelah gadang dipihak laki-laki Piaman karena miskin tadi.
Maka untuk menjaga kesetaran kasta atara padusi bangsawan/kaya tadi tumbuhlah ide agar laki-laki Piaman ini dibantu dalam bentuk uang dan barang, nah kejadian ini menjadi prosesi adat namanya bajapuik atau sekarang disebut uang jemputan.
Sekarang sudah saatnya Ajoo Piaman menyelamatkan harga diri agar tidak dibully oleh perempuan sedunia dek adat bajapuik jo uang hilang .








