PADANG, MMNEWS – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mempercepat pengembangan Program Unggulan Nagari/Desa Creative Hub (NCH) sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Setelah tiga daerah percontohan aktif sejak 2025, Pemprov kini menyiapkan 10 lokasi baru yang ditargetkan mulai diluncurkan pada Oktober hingga November 2026.
Dengan penambahan tersebut, jumlah Nagari Creative Hub di Sumbar akan bertambah menjadi 13 lokasi pada tahun 2026. Rencana ekspansi itu dibahas dalam rapat koordinasi Tim Percepatan NCH yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, di Ruang Rapat Istana Gubernuran, Selasa (11/8/2026).
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sumbar, Yozawardi Usama Putera, mengatakan tiga daerah percontohan yang telah berjalan sejak 2025 berada di Desa Sikalang (Kota Sawahlunto), Nagari Toboh Gadang Barat (Kabupaten Padang Pariaman), dan Nagari Pangian (Kabupaten Tanah Datar).
“Dengan penambahan tersebut, total daerah percontohan NCH yang aktif menjadi 13 lokasi, terdiri dari tiga NCH yang dibentuk pada 2025 dan 10 NCH baru pada 2026,” ujar Yozawardi.
Adapun 10 lokasi baru yang akan dikembangkan meliputi Nagari Panti Selatan (Pasaman), Nagari Sinuruik (Pasaman Barat), Nagari Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang (Limapuluh Kota), Desa Cubadak Mentawai (Kota Pariaman), Nagari Koto Baru (Solok), Nagari Tanjuang Bonai Aur (Sijunjung), Nagari Sungai Duo (Dharmasraya), Nagari Lubuak Gadang Utara (Solok Selatan), Nagari Talaok (Pesisir Selatan), serta Nagari Koto Tangah (Agam).
Menurut Yozawardi, seluruh lokasi tersebut ditargetkan diluncurkan pada Oktober atau November 2026, dengan Nagari Pangian, Kabupaten Tanah Datar, direncanakan menjadi pusat kegiatan peluncuran.
Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, menegaskan bahwa keberhasilan NCH tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat dan produk unggulan daerah.
“Infrastruktur sudah tersedia, namun penguatan digital marketing, standardisasi produk, strategi pemasaran, masa simpan produk, hingga branding masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, penguatan tersebut akan dilakukan secara kolaboratif oleh 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam tim pendamping NCH. Masing-masing OPD akan menjalankan rencana aksi selama enam bulan ke depan guna memastikan setiap Creative Hub berkembang secara berkelanjutan.
Medi juga menekankan pentingnya pola pendampingan yang adaptif di tengah efisiensi anggaran. Menurutnya, OPD didorong memanfaatkan fasilitas pemerintah kabupaten/kota serta turun langsung ke lokasi sasaran agar program tetap berjalan efektif tanpa harus selalu terpusat di tingkat provinsi.
Program Nagari Creative Hub diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis nagari, memperkuat daya saing UMKM, membuka peluang usaha baru, serta mendorong lahirnya produk-produk unggulan Sumatera Barat yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
(adpsb/bud | MMNEWS)







