PADANG, MMNEWS — Pemerintah Kota Padang mulai merealisasikan langkah strategis untuk memulihkan infrastruktur pengairan yang rusak akibat bencana. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), rehabilitasi Bendung Paket 3 di kawasan Bendung Beringin–Lubuk Hantu, Kecamatan Lubuk Kilangan, resmi dimulai pada Senin (10/8/2026).
Pekerjaan ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada November 2025 dan Agustus 2026. Rehabilitasi bendung diharapkan mampu mengembalikan fungsi jaringan irigasi yang menjadi urat nadi sektor pertanian masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang menjelaskan, bendung yang direhabilitasi akan melayani tiga daerah irigasi sekaligus, yakni Daerah Irigasi (D.I.) Lubuk Hantu, D.I. Baringin, dan D.I. Kandang Jawi. Dengan pulihnya sistem irigasi tersebut, ribuan hektare lahan pertanian di kawasan itu diharapkan kembali memperoleh pasokan air secara optimal.
Proyek rehabilitasi ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender. Selain membangun kembali bendung utama, pekerjaan juga mencakup perbaikan saluran dan penguatan konstruksi agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Pembangunan ini bukan sekadar memperbaiki infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan keberlanjutan sektor pertanian serta menjaga ketahanan pangan masyarakat,” demikian semangat yang diusung dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Pemko Padang menegaskan bahwa rehabilitasi Bendung Lubuk Hantu merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada jaringan irigasi tersebut.
Dengan dimulainya proyek ini, diharapkan aktivitas pertanian di wilayah Lubuk Kilangan dapat kembali berjalan normal, produktivitas pertanian meningkat, dan risiko gangguan distribusi air pada musim tanam berikutnya dapat diminimalkan.
(MMNEWS)







