PADANG, MMNEWS – Komitmen membangun budaya literasi di Sumatera Barat kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026 yang digelar di Auditorium Gubernuran Sumbar, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Mewakili Gubernur Sumatera Barat, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, menegaskan bahwa transformasi digital harus berjalan beriringan dengan penguatan budaya membaca. Menurutnya, melalui Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan koleksi buku, tetapi berkembang sebagai ruang belajar, pusat inovasi, pelatihan keterampilan, hingga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Gubernur mengimbau seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, mengakselerasi inovasi digital, mengoptimalkan perpustakaan berbasis inklusi sosial, serta terus meningkatkan status akreditasi perpustakaan,” ujar Medi Iswandi.
Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan akreditasi perpustakaan sebagai tolok ukur mutu layanan publik, sehingga masyarakat memperoleh akses informasi yang berkualitas dan profesional.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI, E. Aminudin Aziz, dalam keynote speech bertajuk Strategi dan Kebijakan Perpusnas RI dalam Meningkatkan Budaya Gemar Membaca, IPLM, dan TKM di Indonesia, memberikan apresiasi terhadap tradisi literasi masyarakat Sumatera Barat yang telah melahirkan banyak tokoh nasional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Sumbar tahun 2025 yang berada di atas rata-rata nasional belum menjadi alasan untuk berpuas diri.
“Urusan literasi adalah pekerjaan bersama yang harus dikerjakan bersama. Karena itu, literasi harus menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegas Aminudin.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar, Jumadi, menjelaskan bahwa Rakor 2026 bertujuan menyelaraskan visi dan arah kebijakan perpustakaan di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Perpustakaan Nasional RI dalam penyusunan program dan penganggaran.
Forum ini juga menghadirkan dialog interaktif bersama Pustakawan Madya Perpusnas RI yang membahas sinkronisasi perencanaan, penyelarasan program, serta penguatan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.
Rakor diikuti oleh jajaran Dinas Perpustakaan, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pegiat literasi dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Antusiasme peserta mencerminkan besarnya komitmen bersama untuk menjadikan perpustakaan sebagai pusat inovasi, peningkatan kompetensi, dan penguatan ekonomi berbasis pengetahuan.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dapat menjadi fondasi kuat dalam mencetak masyarakat yang cerdas, produktif, dan berdaya saing di era digital.
(Doa/Diskominfotik Sumbar | MMNEWS)







