Today

Lulus Monash University, Siswa SMA 8 Padang Jadi Inspirasi Sumbar

Oleh: Labai Korok

Mimbar-minangnews.com — Sampai tulisan ini dibuat, baru satu nama yang tercatat sebagai siswa SMA Negeri 8 Padang yang berhasil menembus Monash University, Australia melalui jalur prestasi sekolah: Mr. Muhammad Fathan Mubiyna. Capaian ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di Sumatera Barat dan para orang tua yang memiliki anak usia pendidikan menengah.

Keberhasilan ini terasa istimewa karena SMA Negeri 8 Padang bukanlah sekolah yang selama ini dilekatkan dengan label “unggulan” di Sumbar. Jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah favorit seperti SMA 1 Sumbar yang kerap menjadi rujukan, posisi SMA 8 sering dianggap biasa saja. Namun, prestasi membuktikan bahwa kualitas tidak selalu ditentukan oleh label.

Dengan kegigihan, disiplin belajar, serta pendampingan yang tepat, Muhammad Fathan Mubiyna berhasil diterima di salah satu kampus riset terbaik dunia, Monash University, yang berdiri sejak 1958 dan secara konsisten masuk jajaran 50 besar dunia (QS World University Rankings 2026 peringkat 36). Kampus ini berpusat di Melbourne, Australia, dan dikenal sebagai universitas dengan reputasi akademik global.

Fathan lolos melalui jalur prestasi dengan skor IELTS 7.5 — sebuah capaian yang menunjukkan kemampuan bahasa Inggris pada level sangat baik (very good user). Skor tersebut menandakan penguasaan bahasa yang kuat, lancar, dan akurat, serta kemampuan memahami dan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik yang kompleks.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari peran manajemen sekolah. Kepala SMA Negeri 8 Padang saat ini, Berry Devanda, S.Pd., M.Ed., bersama seluruh keluarga besar sekolah, terus membangun kultur akademik yang mendorong siswa berani menatap kampus luar negeri. Meski kepemimpinan beliau dimulai pada Januari 2024 menggantikan Zahroni, M.Pd., kesinambungan pembinaan tetap terjaga dan membuahkan hasil.

Prestasi SMA Negeri 8 Padang ini menjadi pesan kuat: sekolah mana pun di Sumatera Barat memiliki peluang yang sama untuk melahirkan lulusan kelas dunia. Kuncinya ada pada komitmen, pendampingan yang serius, dan keberanian siswa untuk bermimpi besar.

Keberhasilan ini bukan akhir, melainkan awal dari standar baru bagi pendidikan menengah di Sumbar.