Oleh Labai Korok
Mimbar-minangnews.com – Sebulan setelah tamat sekolah menengah pertama (SMP) Islam Terpadu (IT), sang anak bingung mau melanjutkan kesekolah apa?, karena lulusan sekolah IT, ada saudara yang usulkan ke pesantren saja masuk, ada yg usulkan ke sekolah menengah atas (SMA) unggulan Propinsi Sumatera Barat dan lainnya.
Namun sang Amak menyuruh masuk SMA 1 Kota Padang atau SMA 2 Kota Padang karena Amak, keluarga besar dahulunya sekolah disini/alumni SMA 1, 2 Kota Padang. Tapi sang Abak mengusulkan di SMA 5 Kota Padang saja karena satu jalan dengan adiknya yang sekolah di SMP IT Azkia.
Akhirnya agar mudah diantar, sejalur dengan adiknya, lalu mendaftar lah di SMA 5 Kota Padang, karena ide ini dari Abak maka semua pendaftaran diatar Abak, hal lain didamping sama Abak.
Namun saat pengumuman kelulusan masuk SMA 5 Kota Padang, sang anak ini tidak diterima karena nilainya rendah dari semua anak yang masuk disitu. Kegagalan ini karena sang anak memilih jalur prestasi, andaikan waktu itu masuk melalui jalur tafis quraan, diyakini bisa terima, tapi itu lah takdir.
Akhirnya sang anak dimasukan di SMA 8 Kota Padang, karena waktu itu dinas pendidikan sempat didemo oleh warga karna ada kawasan yang tidak masuk zona sekolah, daerah kosong.
Namun dengan kebijakan yang cepat akhirnya Dinas Pendidikan Sumbar memutuskan menambah lokal, kursi dan semua anak Sumbar bisa masuk SMA negeri.
Uraian diatas jadi pelajaran bagaimana susah masuknya ke SMA, khusus anak SMP lulusan Islam terpadu, hal itu terjadi karena nilai rata tidak setinggi sekolah negeri. Saat itu juga terjadi kasus laporan ke pihak berwenang bahwa ada sekolah menengah negri yang menaik nilai agar bisa masuk sekolah favorit.
Pelajaran panjang pada sang anak, dinamik sekolah dilalui, kerja keras pihak sekolah SMA 8 Kota Padang mengarahkan siswa dan siswi akhirnya sang anak yang susah masuk sekolah karena lulusan Islam terpadu tersebut membuah kan hasil, beliau diterima kuliah di Australia, di kampus Monash University.
Ternyata takdir itu telah menggembirakan sang anak, berkat kerja keras dan sabar orang tua dalam mendampingi dan memotivasi sang anak, akhirnya semua berbuah baik.
Saat sang anak lulus, tentu hanya ucapan terimakasih disampaikan pada semua pihak, terima kasih pada Dinda Dedi, terima kasih pada Pak Roni yang sekarang jadi kepala sekolah SMA 3 Kota Padang, terimakasih juga buat majlis guru,
Terima kasih sebesar-besarnya pada kepala sekolah SMA 8 Kota Padang, Pak Berry Debanda, terimakasih juga pada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang telah memberi pelayanan dibidang pendidikan pada masanya.







