Today

Resensi Buku: Cove Gercep Mahyeldi–Vasko

Mimbar-minangnews.com – Buku Cove Gercep Mahyeldi–Vasko hadir sebagai refleksi sekaligus dorongan moral terhadap arah kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan di Sumatera Barat. Kata “Gercep”—yang dalam padanan bahasa Arab dapat dimaknai sebagai sur’ah atau harakah bi sur’ah (bergerak dengan cepat)—tidak sekadar slogan populis, melainkan sebuah filosofi kerja: cepat, tepat, terukur, dan berdampak.

Dalam konteks kepemimpinan Mahyeldi–Vasko, “gercep” dimaknai sebagai komitmen untuk merespons kebutuhan rakyat tanpa birokrasi yang berbelit. Kecepatan di sini bukan tergesa-gesa, melainkan kecepatan yang disertai perencanaan matang dan ketepatan sasaran. Buku ini menekankan bahwa akselerasi pembangunan harus berjalan beriringan dengan akuntabilitas serta keberpihakan pada kepentingan publik.

Sebagai pembaca sekaligus insan pers, Hendri Gunawan menilai karya ini memiliki nilai jurnalistik yang kuat dan edukatif. Narasi yang dibangun tidak hanya memotret program dan capaian, tetapi juga mengajak pembaca memahami urgensi reformasi pola kerja pemerintahan. Buku ini mencoba menggeser paradigma dari sekadar rutinitas administratif menuju budaya kerja progresif—di mana target tidak hanya dicanangkan, tetapi benar-benar direalisasikan.

Lebih dalam lagi, Cove Gercep Mahyeldi–Vasko mengandung pesan transformasional. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan daerah tidak cukup hanya menjaga stabilitas, melainkan harus mampu menciptakan lompatan-lompatan strategis di bidang pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, ekonomi kerakyatan, hingga tata kelola sosial-keagamaan. Gerak cepat menjadi simbol kesungguhan dalam menghadirkan solusi nyata.

Namun demikian, buku ini juga secara implisit mengingatkan bahwa “gercep” harus tetap berada dalam koridor etika, regulasi, dan partisipasi publik. Kecepatan tanpa kontrol bisa berisiko, tetapi kecepatan dengan visi dan pengawasan akan menjadi energi perubahan.

Secara keseluruhan, Cove Gercep Mahyeldi–Vasko bukan hanya dokumentasi gagasan, melainkan ajakan untuk membangun budaya kerja pemerintahan yang responsif, progresif, dan berorientasi hasil. Sebuah bacaan yang menggugah kesadaran bahwa kepemimpinan hari ini menuntut akselerasi—bukan sekadar wacana, melainkan kerja nyata yang terukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.