Today

Resensi Buku: Celotehan Labai Korok

Mimbar-minangnews.com – Di tengah tuntutan publik terhadap pemerintahan yang semakin transparan, responsif, dan progresif, buku Celotehan Labai Korok hadir sebagai refleksi kritis yang bernas dan berani. Karya ini tidak sekadar menyampaikan keluhan, melainkan menghadirkan kritik yang edukatif, solutif, dan berorientasi pada perbaikan sistem.

Menurut Hendri Gunawan, Founder mimbar-minangnews.com, budimannews.com, dan amanatnews.com, Celotehan Labai Korok merupakan bentuk auto kritik yang sehat dalam demokrasi. Buku ini mendorong pemerintah agar menjalankan roda pemerintahan secara lebih gerak cepat (gercep), adaptif, dan progresif dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan gaya bahasa yang lugas, cerdas, dan terkadang satir, penulis berhasil membingkai kritik sebagai energi perubahan. Setiap “celotehan” bukanlah serangan personal, melainkan evaluasi terhadap pola kebijakan, kepemimpinan, dan tata kelola yang perlu ditingkatkan. Di sinilah letak kekuatan buku ini: kritik disampaikan dengan argumentasi, data, serta perspektif yang konstruktif.

Lebih jauh, buku ini menegaskan bahwa demokrasi tidak boleh stagnan. Pemerintahan yang baik lahir dari keberanian menerima masukan, memperbaiki kekurangan, dan terus berinovasi. Celotehan Labai Korok mendorong lahirnya budaya evaluasi berkelanjutan—di mana kritik dipahami sebagai bentuk kepedulian, bukan perlawanan.

Secara substansi, buku ini relevan dibaca oleh pejabat publik, birokrat, akademisi, aktivis, hingga masyarakat umum yang ingin melihat perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan. Pesan sentralnya jelas: pembangunan membutuhkan kecepatan, ketegasan, dan visi progresif—namun tetap berpijak pada kepentingan rakyat.

Pada akhirnya, Celotehan Labai Korok bukan hanya buku kritik, melainkan manifesto moral tentang pentingnya pemerintahan yang bergerak maju, responsif, dan berani berbenah. Sebuah karya yang menggugah kesadaran sekaligus mengajak semua pihak untuk tidak sekadar mengeluh, tetapi ikut mendorong perubahan.