Today

Andaikan FPI Masih Ada, Tim Pemburu Mayat Sudah Jalan

Oleh Labai Korok

Mimbar-minangnews.com | Bencana stunami 2004, relawan pertama yang masuk kelokasi bencana stunami itu Front Pembela Islam (FPI) setelah TNI, mereka masuk kelokasi bencana sambil mengevakuasi korban, seandainya korban sudah meninggal langsung disholatkan.

Dalam catatan Penulis temukan media Nasional, bahwa tanggal 5 Januari 2005, Direktur Nasional HILMI-DPP FPI (Hilal Merah Indonesia Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam), Dr. Hilmy Bakar Almascaty menyatakan telah menemukan jenazah petinggi Polisi berpangkat Kombes bernama Kombes Pol. Sayed (Habib) Husaini Al Habsyi.

“Alhamdulillah jenazah Kombes Pol Sayed masih dalam keadaan utuh dan masih memakai baju dinas POLISI” kata Dr. Hilmy yang didampingi para relawan FPI .

Relawan FPI yang berjumlah lebih 1.000 (SERIBU) dikenal dengan julukan TPM atau Tim Pemburu Mayat yang sangat militan kata Dr. Alwi Shihab sebagai Menko Kesra dan juga Mensos Bachtiar Chamzah.

Relawan Kemanusian HILMI DPP FPI tiba dari seluruh penjuru tanah air atas bantuan TNI. Bahkan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal Ryamizard Ryachudu memberikan fasilitas transportasi berupa kapal perang untuk relawan FPI berangkat dari Jakarta ke Aceh.

Seandainya FPI itu masih ada, tidak dibubarkan oleh pemerintah Jokowi, Penulis yakini relawan sudah banyak membatu korban bencana banjir dan galodo di Sumatera.

Relawan FPI yang terkenal itu adalah relawan yang khusus mencari dan mengevakuasi mayat, yang dinamakan Tim Pemburu Mayat, kerja mereka salah satunya adalah mensholat mayat dak ikut serta memakamkan.

Sampai hari ini di lokasi bencana Sumatera masih ada ratusan korban yang belum ditemukan, ini sudah dipastikan menjadi mayat, yang terkubur dilokasi timbunan tanah longsor dan kayu-kayu hanyut.

Namun walaupun Tim Pemburu Mayat dari FPI tidak ada lagi, namun Penulis berdoa agar pasukan jihad seperti FPI tersebut tetap ada, sehingga korban yang hilang cepat ditemukan.