Today

Penyalur Bantuan Terhalang Oleh Agenda Foto/Konten Pejabat, Alam Sedang Berubah

Oleh Labai Korok

Saat ini penyalur bantuan terhalang oleh foto-foto, kebutuhan konten dan agenda serimonial yang dibuat oleh Mentri, Kepala Daerah, para para pejabat dan pihak dibawah yang terlibat.

Setelah di hitungan, satu tingkatan pejabat saja habis waktu untuk foto-foto, buat konten, agenda serimonial, dan lainya itu, bisa menghabiskan waktu berjam-jam, bisa juga berhari-hari untuk agenda tah apa maksutnya.

Sangat telat sekali bantuan itu nyampe ditengah korban bencana, bisa tak sampai. Idealnya bantuan itu dari gudang Pemerintah Pusat, langsung nyampe dikorban bencana galodo, banjir yang ada di Sumbar, umumnya Sumatera.

Agenda foto-foto, buat konten, acara serimonial ini membuat keterlambatan para batuan logistik itu nyampe ditangan korban. Semua bantuan nyangkut disetiap tingkat jabatan/pemangku kepentingan, doakan saja nyangkutnya itu tidak di potong-potong.

Sekarang Presiden, Kementrian, Kepala Daerah dan para para pejabat sedang berpaca dengan perubahan alam, belum selesai banjir, galodo ini, sudah muncul letusan abu gunung merapi yang membuat perasaan makin was-was.

Semua orang akhirnya makin kaget bahwa alam tidak bisa diselesaikan dengan foto-foto dan acara serimonial. Kekagetan itu juga diperparah dengan telah terjadi gempa dan tsunami beberapa jam yang lalu di Jepang.

Kita kutub berita BBC. Com, bahwa Sedikitnya 30 orang terluka setelah gempa berkekuatan M 7,5 mengguncang wilayah timur laut Jepang pada Senin (8/12) malam, memaksa ribuan warga mengungsi. Seorang warga negara Indonesia (WNI) mengisahkan saat gempa terjadi.

Alka Hidaka adalah WNI yang tinggal di Hidaka di Prefektur Hokaido, salah-satu zona merah dalam gempa dan tsunami kali ini.

Saat gempa mengguncang, Alka mengaku tengah terlelap.

Namun, tiba-tiba rumahnya bergetar hebat, disusul peringatan gempa meraung keras dari ponsel pintarnya.

“Rumah bergetar keras,” ujar Alka saat dihubungi wartawan Arie Firdaus yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, lalu menirukan suara getaran: “Gedubrak… Gedubrak.”

Doakan gempa Jepang tidak menelan korban banyak dialami oleh WNI, atau gempa jepanyg ini Kita doakan tidak mempengaruhi patahan-patahan yang sampai ke Sumatra Barat atau Sumatera secara keseluruhan.

Maka saat ini Mentri, Anggota Dewan, Kepala Daerah, para para pejabat dan yang diamanahkan pemberi bantuan, jangan agenda menyalurkan kemanusiaan ini terhalang oleh foto-foto, buat konten dan agenda serimonial.