
MMNews – Pekanbaru, Suasana Terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru terasa berbeda pada Jumat (14/11/2025). Di tengah kesibukan para penumpang dan hiruk-pikuk bus antar kota, hadir sosok yang dulu pernah hidup dan tumbuh di lingkungan ini — Arisal Aziz, Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PAN. Namun kedatangannya kali ini bukan sebagai pejabat negara, melainkan sebagai anak terminal yang pulang mengenang perjalanan panjang kehidupannya.
Arisal Aziz memulai ceritanya dengan penuh haru. Ia mengingat bagaimana dirinya masuk ke Terminal Mayang Terurai pada tahun 1990. Kala itu terminal terkenal keras, penuh premanisme, dan jauh dari kenyamanan. Namun ia datang dengan niat baik, bukan untuk menjadi preman, melainkan bekerja, bertahan hidup, dan mencari pengalaman. Dari situlah ia terjun menjadi calo merah sari, sebuah posisi yang sangat sulit dimasuki. Berbekal kemampuan berkomunikasi dan kedekatan dengan para senior, Arisal akhirnya dipercaya hingga mampu menguasai medan terminal.
Perjalanan kariernya tak berhenti di terminal. Dengan tekad kuat, Arisal memberanikan diri membuka CV Indah Travel, meski tidak memiliki modal sama sekali. Ia mengajak teman-temannya bergabung, dan bisnis itu perlahan berkembang. Melihat peluang yang lebih besar, Arisal kemudian mendirikan Indah Logistik Cargo, yang kini menjadi salah satu perusahaan jasa pengiriman terkemuka. Seiring perkembangan teknologi, ia meluncurkan aplikasi Josal Transportasi Online, yang bahkan telah beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta dan wilayah Jabodetabek.
Sebagai bentuk rasa syukur, Arisal menghibahkan 60 persen aset perusahaannya kepada anak yatim, menyisakan 40 persen untuk dirinya dan istri tercintanya. Tidak hanya itu, ia juga memenuhi nazarnya sejak dulu. Ketika masih menjadi calo, seorang penumpang pernah mengeluh ingin salat namun tidak ada masjid di terminal. Dari kejadian itu, Arisal berjanji bahwa jika sukses, ia akan membangun masjid di terminal tersebut. Niat itu diwujudkan melalui pendirian Masjid Al-Aziz di Terminal AKAP Pekanbaru, yang seluruh operasionalnya ia tanggung hingga kini.
Kisah hidup Arisal kembali menarik perhatian Partai PAN, yang kemudian mendorongnya maju sebagai calon DPR RI dari Dapil Sumbar 2. Tanpa ambisi politik, ia menerima amanah itu sebagai bentuk pengabdian. Setelah terpilih dengan suara terbanyak, Arisal memutuskan menyedekahkan seluruh gaji dan tunjangan DPR RI kepada para pemandi jenazah di Sumatera Barat.
“Saya kembali ke terminal ini bukan hanya bernostalgia, tetapi memberi pesan bahwa hidup harus kita jalani dengan manfaat untuk orang banyak. Saya ini anak terminal, dan saya bangga,” ujar Arisal menutup kunjungannya.








