Oleh Labai Korok Piaman
Para pemain politik Sumatera Barat belum banyak tahu sistim hubungan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Propinsi, sekarang hubungan itu tidak lagi otonom tapi sudah hubungan imperatif.
Jika orang paham dengan sistim hubungan imperatif maka pilihan dalam Pilkada yang tepat jadi Gubernur Sumatra Barat itu adalah Mahyeldi-Vasko karena hubungan sudah sangat mengikat dengan Presiden Prabowo terpilih.
Sistim hubungan imperatif adalah sistem Pemerintahan Pusat dengan Pemerintah Propinsi di mana diharuskan memberlakukan kebijakan sesuai dengan perintah atau instruksi dari Pemerintah Pusat, hal itu dinyatakan dalam kebijakan terakhir Presiden Jokowi.
Maka dengan sistim imperatif tersebut sudah menjadi keharusan suasana politik dan kebijakan Sumbar mengikuti situasi Pemerintah Pusat secara langsung tampa ada embel-embel bahasa oposisi, bahasa otonomi daerah dan lainya.
Sekarang dengan ada penjelasan Penulis ini Kita warga Sumbar sudah bisa memahami bawa keberadaan Sumbar harus gerak cepat untuk bisa mewujudkan Sumbar Madani, maju dan berkeadilan.
Sumbar gerakan cepat ini adalah tindakan proaktif dan responsif yang dilakukan dengan segera dan efisiensi untuk mencapai tujuan pembangunan yang telah ditetapkan melalui sinergitas dengan pusat dan daerah.
Yang mencakup pengambilan keputusan yang tepat waktu, pelaksanaan program yang efektif, serta penyesuaian cepat terhadap permasalahan yang ada, perubahan dan tantangan yang muncul dengan tujuan mempercepat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.
Langkah gerak cepat itu nantinya akan didorong melalui visi, misi dan program unggulan yang kesemua sudah bagian dari alur imferatif H. Mahyeldi-Vasko untuk memimpin Sumatera Barat nantinya.
Langkah ini didukung tercapai visi, misi dan program unggulan tersebut didorong bersama oleh koalisi partai-partai Prabowo diantara PKS, Gerindra, Demokrat, PKB, Partai Umat, Perindo dan lainnya.
Tentu dengan keyakinan Mahyeldi-Vasko bisa lebih muda mengulang prestasi yang dilakukan Mahyeldi untuk priode pertama, melanjutkan priode kedua dengan Mahyeldi-Vasko lebih peten lagi dengan ada pola imferatif tadi.








