Oleh Labai Korok Piaman
Andaikan pencoblosan Pilkada Sumatra Barat dilakukan saat ini (Juni 2024). Data survey menunjukan bahwa kandidat dipilih karena uang akan menang dengan pasarnya 40,71% pemilih, ini diungkapkan saat acara advokat Sumbar bicara, PadangTV.
Hasi survey itu mengalahkan elektabilitasnya pertahanan Mahyeldi 38,2%, elektabilitas Epyardi Asda 27,5% dan calon-calon lain seperti Andre Rosade, Mulyadi, Fadli Amran, Benny Utama, data ini bisa dicek dari pemberitaan medsos hasil survey terbaru Gubernur Sumbar.
Kesimpulan Penulis untuk pilihan mayoritas pemilih masih dimenangkan kandidat banyak uang. Jika ada kandidat Gubernur Sumbar melakukan bagi-bagi uang (money politik) seperti kasus pemilihan legislatif kemarin maka dipastikan 40% lebih pasarnya ada menunggu dilapangan, kasih uang, akan dicoblos orangnya.
Dilihat dari fenomena itu maka teori menang di Pilkada Sumatra Barat sederhana saja, ada uang, kasih kepemilih sudah dapat elektabilitas 40%, andaikan Pilkada serentak itu tiga pasang berarti kandidat ada uang sudah menang.
Andaikan kandidat pilkada calonnya dua pasang maka sang kandidat cuku mencari 15% lagi suara. Hitungan pemilih yang 40%, money politik tambah elektabilitas hasil menang kandidat itu.
Ambil contoh seperti Epyardi Asda memiliki elektabilitas 27,5% ditambah dengan pemilih 40% suka memilih karena uang, hasil sudah menang.
Begitu juga andaikan Mahyeldi punya elektabilitas 30,8% ditambah bagi-bagi uang sebesar pasar pemilih 40% tadi maka total yang akan memilih sudah diatas 70%, Mahyeldi akan menang. Jika Mahyeldi tak mau bagi uang akan kalah dalam pilkada tersebut.
Sekarang pertanyaannya kandidat mana yang akan mengambil pasar money politik pemilih 40% tersebut, jawaban diserahkan pada pembaca dan masyarakat Sumbar tentunya.
Penulis hanya mencoba membukak analisa data bahwa andaikan orang kaya mau maju jadi kandidat calon Kepala Daerah baik tingkat Sumbar, tingkat Kepala Daerah Kabupaten dan Kota, cukup modal siapkan uang 40% lebih, pasarnya sudah tersedia dan siap menjadi pemilik loyal.
Setelah itu pertanyaan bagai mana caranya mengarap suara 40% tadi, apalagi langkah-langkahnya, menurut Penulis, siapa pun kandidatnya jika sudah terbiasa main dipileg 2024 kemarin, diyakini sudah paham cara menaikan politik uang ini ditengah masyarakat.
Sekarang sudah terang benderang dalam tulisan ini bahwa yang menang pilkada Se-Sumbar ini baik Gubernur, Bupati, Walikota itu tidak lagi pertahan, tapi yang pemenang itu adalah kandidat yang berani bagi-bagi uang dilapangan.
Nah pagi pertahan, maupun kandidat dari sekarang siapkan lah dana untuk money politik agar bisa memenangkan Pilkada Sumbar.








