Today

Gubernur Mahyeldi Ajak Mahasiswa Minang Persiapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045

BANDUNG, MMNEWS — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak mahasiswa asal Minangkabau untuk mempersiapkan diri menjadi talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat global dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

Ajakan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menjadi narasumber pada Seminar Nasional bertajuk “Merajut Intelektualitas, Karier, dan Identitas Menuju Indonesia Emas” yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Minang Pascasarjana Bandung di Gedung CRCS, Institut Teknologi Bandung, Minggu (7/6/2026).

Dalam kegiatan itu, Mahyeldi tampil sebagai pembicara utama bersama Prof. Fasli Jalal serta pengusaha sukses asal Minangkabau, Michael Simon.

Menurut Mahyeldi, daya saing Indonesia pada tahun 2045 tidak lagi ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa.

“Sejarah membuktikan bahwa banyak negara maju bukan karena kekayaan alamnya, tetapi karena berhasil membangun manusianya. Karena itu, masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas pikiran, karakter, kreativitas, dan kemampuan generasi mudanya,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama seluruh pemangku kepentingan. Pertumbuhan ekonomi, investasi, serta pembangunan infrastruktur pada akhirnya harus bermuara pada lahirnya manusia yang berilmu, produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Mahyeldi juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi mudanya memiliki kompetensi serta kesiapan menghadapi perubahan zaman. Tanpa kesiapan tersebut, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban sosial dan meningkatkan angka pengangguran.

Selain itu, ia menyoroti pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang telah mengubah berbagai aspek kehidupan. Karena itu, generasi muda dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, berkolaborasi, serta mampu menciptakan solusi di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.

“Ijazah tetap penting, tetapi semangat untuk terus belajar sepanjang hayat jauh lebih penting. Masa depan tidak dimenangkan oleh mereka yang paling pintar, tetapi oleh mereka yang paling cepat beradaptasi terhadap perubahan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya sebagai modal menghadapi persaingan global. Menurutnya, nilai-nilai Minangkabau seperti tradisi merantau, budaya musyawarah, dan penghormatan terhadap pendidikan merupakan kekuatan yang relevan dalam menjawab tantangan masa depan.

“Menjadi orang Minang hari ini bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi menghadirkan kontribusi terbaik melalui ilmu pengetahuan, inovasi, kepemimpinan, dan karya nyata. Kita ingin generasi muda Minang hadir di panggung dunia, tetapi tetap memberi manfaat bagi bangsa dan daerah asalnya,” tuturnya.

Mahyeldi menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki kompetensi global, karakter yang kuat, serta komitmen kebangsaan. Perpaduan ketiga aspek tersebut, menurutnya, akan melahirkan talenta-talenta unggul yang mampu membawa Indonesia menuju masa kejayaannya.

Menutup paparannya, Mahyeldi menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki seluruh prasyarat untuk menjadi bangsa maju pada tahun 2045.

“Saya percaya sebagian arsitek Indonesia Emas 2045 sedang berada di ruangan ini. Karena masa depan tidak datang dengan sendirinya, tetapi dibangun oleh mereka yang berani mempersiapkannya mulai hari ini,” pungkasnya.

(Adpsb/Bud | MMNEWS)