Mimbar-minangnews.com – Setiap momentum kampanye kepala daerah, tim sukses tentu bergerak aktif memenangkan “ayamnya”, istilah yang akrab di tengah masyarakat Minangkabau. Terlebih bagi mereka yang terlibat langsung dalam perumusan visi, misi, dan program unggulan (progul), membangun opini positif menjadi bagian penting dari strategi perjuangan. Framing yang konstruktif, penyampaian gagasan melalui tulisan maupun video, hingga konsistensi narasi di ruang publik adalah langkah yang lazim dilakukan demi meraih simpati masyarakat.
Hal tersebut juga dilakukan dalam kontestasi Pilkada Gubernur Sumatera Barat. Penulis, selama masa kampanye, secara konsisten menulis puluhan opini positif tentang pasangan Mahyeldi Ansharullah dan Vasko Ruseimy. Tulisan-tulisan tersebut disusun secara berkala, sistematis, dan berkelanjutan, dengan harapan menjaga citra pasangan ini tetap baik di mata publik hingga akhirnya meraih kemenangan dalam Pilkada Sumatera Barat.
Berbagai opini tersebut dipublikasikan melalui media sosial serta media massa lokal dan nasional. Penyebarannya juga dibantu oleh tim sukses, relawan, simpatisan, dan kader partai pendukung, sehingga jangkauan gagasan dapat menembus berbagai lapisan masyarakat, baik di ranah Minang maupun di perantauan. Dengan demikian, narasi tentang keunggulan Mahyeldi–Vasko tetap hidup dan “menyala” sepanjang masa kampanye.
Atas arahan para senior serta dorongan pribadi untuk mendokumentasikan perjalanan ini sebagai bagian dari catatan sejarah, seluruh tulisan tersebut akhirnya dibukukan. Buku ini berjudul “Gercep: Mahyeldi–Vasko untuk Sumatera Barat”. Meski dicetak dalam jumlah terbatas—mengingat tidak semua pihak dapat menerima keberadaannya—buku ini tetap diterbitkan sebagai dokumen sejarah perjuangan dan dinamika demokrasi di Sumatera Barat.
Terlepas dari pro dan kontra yang mungkin muncul, penulis memandang penerbitan buku ini sebagai bagian dari tradisi intelektual dan keterbukaan demokrasi. Buku ini juga diharapkan dapat menjadi bahan kajian akademis di masa mendatang, khususnya dalam menilai sejauh mana capaian kinerja dan realisasi program kepala daerah setelah satu tahun masa jabatan, dibandingkan dengan janji-janji kampanye yang pernah disampaikan kepada masyarakat.
Secara pribadi, penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh media—baik daring, cetak, maupun elektronik—yang telah mempublikasikan tulisan-tulisan tersebut selama masa kampanye. Kini, semuanya telah terdokumentasi dalam bentuk buku sebagai bagian dari catatan sejarah rakyat Sumatera Barat.
Terima kasih.







